Wabah Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Kondisinya?


Wabah Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Kondisinya?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan terjadinya wabah penyakit Ebola di Republik Demokratik Kongo. Dampak wabah virus Ebola ini cukup besar mengingat masyarakat Kongo tengah memerangi COVID-19 dan wabah campak. Lantas, apa yang membuat virus Ebola kembali muncul dan bagaimana penanganannya?

Munculnya kembali wabah Ebola di Kongo

virus ebola di air mani sperma

Dilansir dari situs resmi WHO, pemerintah Kongo menemukan adanya wabah baru virus Ebola di Wangata, Mbandaka, provinsi Équateur. Pada awalnya, Kementerian Kesehatan setempat mendeteksi enam kasus Ebola. Empat di antaranya telah meninggal dan selebihnya masih dalam perawatan. 

Tiga dari enam kasus tersebut telah dikonfirmasi lewat uji laboratorium. Namun, ada kemungkinan lebih banyak masyarakat yang terkena virus yang menyerang sistem imun manusia ini. 

Sebelumnya, wabah Ebola di Kongo diprediksi akan berakhir pada awal Juni. Namun, prediksi tersebut meleset karena munculnya kasus baru di zona kesehatan Wangata. 

Demi mengurangi risiko lonjakan kasus Ebola, pemerintah mencoba mengidentifikasi dan memantau kontak yang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Saat puncak Ebola berlangsung, 40% kasus Ebola yang terkonfirmasi tidak menunjukkan adanya kontak dengan pasien positif. 

ebola

Penyebab penularan virus Ebola begitu masif di Kongo ternyata diakibatkan oleh rasa khawatir dan takut di komunitas yang menghambat keterlibatan. Selain itu, pasien Ebola yang baru dikonfirmasi dan diisolasi mengalami penundaan selama lima hari sampai mereka menunjukkan gejala. 

Selama pasien belum diisolasi karena tidak menunjukkan gejala, virus Ebola dapat menyebar ke orang lain. Akibatnya, banyak dari pasien yang terkena virus ini tidak mendapatkan manfaat dari perawatan dini.

Maka dari itu, angka kematian wabah Ebola di Kongo cukup tinggi karena adanya hambatan untuk mendapatkan perawatan. 

Bagaimana penanganan Ebola di Kongo?

karantina adalah

Sejauh ini, penanganan wabah Ebola di Kongo ditangani oleh Kementerian Kesehatan setempat dengan dukungan dari WHO. Dilansir dari MSF, sebuah organisasi non-pemerintah medis dari Perancis, sejumlah wilayah di Kongo akan diubah menjadi pusat ruang isolasi dan perawatan. 

Sementara itu, pemerintah dan tim MSF bekerja sama membangun pusat isolasi dan perawatan berupa 20 tempat tidur untuk Ebola dan penyakit menular lainnya. Strategi ini bertujuan agar pemerintah lebih siap dalam menghadapi risiko wabah di masa depan. 

Bahkan, tim medis dari MSF juga melatih staf Kemenkes Kongo bagaimana menangani kasus wabah Ebola. Mulai dari upaya mencegah penularan virus hingga mengendalikan pasokan medis menjelang pembukaan pusat isolasi.

Pusat isolasi ini diharapkan dapat menghambat penyebaran virus dengan melakukan karantina pada pasien. 

Sumber: Air Force Medical Service

Berbeda dengan wabah di Afrika Barat pada 2014-2016, kini telah ada dua vaksin untuk mencegah virus Ebola yang sedang dalam fase studi klinis dan belum berlisensi. 

Vaksin pertama yaitu rVSV-ZEBOV diproduksi oleh Merck. Vaksin ini telah digunakan pada orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien positif (kontak pertama) dan kontak tingkat kedua. Lebih dari 250.000 orang sudah menjalani vaksinasi hingga pertengahan November 2019. 

Kemudian, pada pertengahan November 2019, masyarakat kembali divaksin setelah mendapatkan persetujuan untuk berpartisipasi dalam uji klinis. Vaksin bernama Ad26.ZEBOV / MVA-BN-Filo ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat luas pada September 2020. 

Perlukah Indonesia khawatir dengan wabah Ebola?

membunuh virus dalam tubuh

Sampai saat ini, negara-negara yang terkena dampak dari wabah Ebola adalah negara yang berdekatan dengan Kongo, seperti Rwanda, Uganda, dan Burundi.

Di Indonesia sendiri belum pernah ada laporan kasus konfirmasi penyakit virus Ebola. Bahkan, risiko penularan virus terbilang cukup rendah. Pasalnya, pergerakan ke negara yang terkena dampak cukup rendah dan daerah yang saat ini terjangkit Ebola termasuk wilayah yang sulit dijangkau. 

Walaupun demikian, risiko penularan virus masih tetap ada. Maka dari itu, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terkait munculnya wabah Ebola di Kongo. 

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan membatasi penularan infeksi virus masuk ke Indonesia. Mulai dari mengimbau WNI di Afrika untuk tetap waspada hingga mewaspadai turis atau WNA Afrika yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga:

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: SEKS & ASMARA

DON'T MISS