NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan • Hello Sehat


NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan • Hello Sehat

Non-ST segment elevation myocardial infarction atau biasa disingkat NSTEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang penggolongannya dilakukan berdasarkan hasil rekam jantung (EKG) Anda. NSTEMI berbeda dengan ST segment elevation myocardial infarction (STEMI), yang lebih umum dialami oleh pasien serangan jantung. Berdasarkan tingkat keparahannya, STEMI memberikan kerusakan jantung yang lebih parah jika dibandingkan NSTEMI. Maka itu, nama lain dari NSTEMI adalah serangan jantung ringan.

NSTEMI, jenis serangan jantung yang tergolong ringan

Seperti yang telah disebutkan, NSTEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang ringan, tapi bukan berarti boleh disepelekan. Sama seperti serangan jantung lainnya, penyebab serangan jantung ini juga disebabkan adanya penyumbatan pada pembuluh arteri.

Bedanya, penyumbatan hanya terjadi pada sebagian pembuluh darah arteri, sementara penderita STEMI mengalami penyumbatan total pada pembuluh darah arteri.

Artinya, masih ada aliran darah yang mengangkut oksigen menuju jantung. Namun, jumlahnya semakin terbatas karena adanya penyumbatan tersebut. Jika Anda didiganosis mengalami NSTEMI atau serangan jantung ringan, tandanya jantung Anda tidak mengalami kerusakan parah dan masih bisa memompa darah seperti biasa.

Sayangnya, berdasarkan sebuah artikel yang dimuat oleh Cleveland Clinic, jenis serangan jantung tidak bisa diketahui hanya dari gejala serangan jantung atau tingkat keparahannya.

Untuk mengetahuinya, Anda disarankan untuk pergi ke dokter spesialias jantung atau Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat saat merasakan suatu gejala dari serangan jantung. Darah Anda akan diperiksa untuk mencari tahu apakah terjadi kerusakan pada otot jantung.

Tidak hanya itu, biasanya dokter juga akan melakukan tes ekokardiografi yang bertujuan untuk melihat apakah jantung Anda masih memompa darah dengan baik. Anda mungkin akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencari tahu jenis serangan jantung yang dialami dan pengobatan terbaik untuk mengatasinya.

Namun, tidak perlu khawatir akan membuang-buang waktu karena lebih baik segera mendapatkan pertolongan pertama serangan jantung daripada kondisi jantung sudah terlalu terlambat untuk mendapatkan penanganan.

Gejala yang mungkin muncul saat mengalami NSTEMI

Meski tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur, tapi ada beberapa gejala yang menjadi ciri khas dari NSTEMI, di antaranya adalah:

Napas jadi pendek atau terengah-engah.
Terasa tekanan atau rasa tak nyaman pada dada.
Terasa sakit pada rahang, leher, punggung, atau perut.
Pusing dan kepala rasanya seperti berputar.
Mual dan keringat berlebih.

Jangan pernah sepelekan gejala-gejala yang mungkin dialami oleh penderita serangan jantung ringan ini. Jika Anda mengalami satu dari berbagai gejala di atas, segera hubungi atau pergi ke rumah sakit terdekat.

Pasalnya, apabila yang Anda rasakan memang serangan jantung, setiap menit yang berlalu tanpa pertolongan dapat menambah tingkat kerusakan jantung.

Faktor risiko dari serangan jantung ringan

Sama halnya dengan penyakit jantung lainnya, NSTEMI atau serangan jantung ringan juga memiliki faktor risiko. Artinya, Anda memiliki potensi untuk mengalami serangan jantung ringan jika memiliki salah satu dari berbagai faktor risikonya. Berikut adalah faktor risiko dari serangan jantung ringan, di antaranya:

Orang yang memiliki kebiasaan merokok.
Orang yang jarang bergerak dan berolahraga.
Orang yang memiliki tekanan darah tinggi.
Orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah.
Orang dengan penyakit diabetes.
Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Orang dengan riwayat keluarga yang mengalami serangan jantung atau stroke.

Diagnosis untuk serangan jantung ringan

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mendiagnosis terjadinya serangan jantung. Hanya saja untuk mengetahui apakah Anda mengalami STEMI atau NSTEMI, Anda bisa melakukan pemeriksaan menggunakan elektrokardiogram (EKG).

Pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah sakit dan dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit. Alat ini bekerja dengan cara mengukur aktivitas listrik pada jantung Anda. Setiap kali jantung Anda berdetak, terbentuk tarikan listrik yang kemudian terekam pada mesin EKG.

Mesin ini kemudian memindahkan hasil rekaman tersebut pada kertas yang kemudian dapat dilihat oleh dokter Anda. Dokter akan melakukan diagnosis melalui hasil rekaman pada kertas tersebut dan menentukan bagaimana fungsi jantung Anda.

Pemeriksaan menggunakan mesin EKG tergolong penting karena dengan alat ini jenis serangan jantung Anda lebih mudah terdeteksi. Dengan begitu, dokter bisa membantu mengatasi serangan jantung yang dialami dengan cara yang lebih efektif.

Penanganan untuk serangan jantung ringan

Jika Anda atau orang terdekat mulai menunjukkan tanda-tanda adanya serangan jantung, dokter akan memberikan penanganan intensif untuk menstabilkan jantung dan mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut.

Biasanya metode yang akan dilakukan dokter untuk mengatasi serangan jantung ringan adalah sebagai berikut.

1. Meredakan nyeri dada

Salah satu gejala yang paling umum dari serangan jantung, termasuk yang ringan, adalah nyeri di bagian dada. Oleh sebab itu, Anda juga perlu meredakan gejala yang satu ini. Anda bisa melakukannya dengan mengonsumsi obat nitrogliserin.

Obat ini dapat membantu melebarkan kembali pembuluh darah yang menyempit. Sehingga, dapat meningkatkan kembali aliran darah menuju jantung. Dengan begitu, rasa nyeri di bagian dada pun dapat mereda. Anda juga bisa mengurangi rasa sakit yang Anda rasakan dengan mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit, salah satunya adalah morfin. Namun ingat, Anda hanya boleh menggunakan obat tersebut sesuai dengan anjuran dokter.

2. Menghentikan pembentukan gumpalan darah

Pembentukan gumpalan darah adalah salah satu alasan terjadinya serangan jantung ringan. Untuk itu, pembentukannya harus dihentikan dengan cara menggunakan obat-obatan seperti Aspirin, Plavix, dan obat-obatan lain yang digunakan untuk mengencerkan darah.

3. Mengeliminasi iskemia akut

Iskemia akut adalah sebuah kondisi di mana jantung tidak mendapatkan jumlah oksigen sesuatu kebutuhan. Untuk mengakhiri kondisi tersebut, pasien yang mengalami serangan jantung ringan akan diberikan obat-obatan kelas beta blockers. Tujuannya, mencegah kerusakan jantung yang disebabkan oleh produksi hormon adrenaline secara berlebihan.

Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan statin untuk menstabilkan plak yang sudah pecah dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah arteri. Penggunaan obat-obatan tersebut akan mengurangi iskemia akut dalam kurun waktu beberapa menit saja.

Tidak hanya itu, pasien juga akan diberikan asupan oksigen serta morfin, masing-masing untuk membantu pernapasan dan mengurangi rasa sakit.

4. Melakukan pemasangan ring jantung

Salah satu cara untuk menangani serangan jantung ringan juga bisa dilakukan dengan pemasangan ring jantung atau stent. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan kateter berukuran panjang ke dalam arteri di paha bagian dalam  atau pergelangan tangan menuju ke arteri yang tersumbat di jantung.

Jika Anda mengalami serangan jantung ringan, prosedur ini biasanya akan langsung dilakukan setelah katerisasi jantung, yaitu prosedur lain yang dilakukan untuk menemukan letak penyumbatan. Kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri ini disertai dengan balon khusus. Jika sudah menemukan letak pembuluh arteri yang tersumbat, ring jantung atau stent yang terbuat dari metal akan dimasukkan ke dalam arteri.

Tujuannya untuk menjaga arteri agar tetap terbuka, sehingga aliran darah menuju jantung dapat kembali lancar. Bergantung pada kondisi Anda, ring jantung yang dimasukkan ke dalam pembuluh arteri itu ada juga yang dilengkpai dengan obat yang dilepaskan secara perlahan ke dalam darah. Obat ini untuk membantu memaksimalkan fungsinya dalam mempertahankan pembuluh agar tetap terbuka.

5. Operasi bypass jantung

Anda juga bisa melakukan  operasi bypass jantung untuk mengatasi serangan jantung ringan. Operasi ini dilakukan dengan menjahit pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah yang terletak di atas atau di bawah  pembuluh darah yang menyempit.

Tujuannya, agar aliran darah yang sudah tidak bisa melewati pembuluh darah yang tersumbat mendapatkan “jalan pintas” menuju jantung. Dengan begitu, aliran darah tidak perlu melalui pembuluh yang tersumbat melainkan melalui jalan pintas baru menuju ke jantung.

Baca Juga:

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: SEKS & ASMARA

DON'T MISS