Mengapa Diskusi Gaya Mengasuh Anak Sebelum Menikah Penting?


Mengapa Diskusi Gaya Mengasuh Anak Sebelum Menikah Penting?

Sebelum mantap memutuskan menikah, ada banyak hal yang mesti Anda berdua diskusikan mengingat Anda akan hidup bersama. Mulai dari kondisi finansial, bagaimana cara Anda berdua menyelesaikan masalah, hingga diskusi cara mengasuh anak nantinya. Namun, kenapa harus berembuk soal gaya mengasuh anak dari jauh-jauh hari sebelum menikah? 

Diskusi gaya mengasuh anak sebelum menikah itu penting

mendukung pasangan gangguan jiwa

Salah satu topik yang wajib Anda berdua diskusikan sebelum mantap menikah adalah soal anak. Apakah Anda berdua akan berencana langsung punya anak atau menunda dulu sementara karena alasan tertentu?

Mana pun yang jadi keputusan Anda berdua, tetaplah penting untuk lebih dulu membicarakan cara mengasuh anak sejak sebelum resmi menikah. Hal ini bertujuan agar Anda dan pasangan tidak terkejut dengan prinsip hidup masing-masing yang mungkin saja berbeda dengan apa yang Anda miliki atau harapkan. 

Pembicaraan ini juga penting karena ketika sudah berkomitmen dengan satu sama lain, Anda berdua juga harus berkomitmen merencanakan masa depan keluarga, termasuk calon buah hati. Dengan berdiskusi pula, secara tidak langsung Anda berdua akan mendapatkan gambaran seperti apa sosok ayah atau ibu dari pasangan yang Anda pilih.

Ironisnya, banyak yang tidak menyadari bahwa alah satu penyebab utama perceraian adalah perbedaan gaya mendidik anak. Biasanya, hal tersebut terjadi dikarenakan tidak ada diskusi tentang mengasuh anak sebelum menikah sehingga mereka jadi terkaget-kaget melihat sosok pasangan sebagai orangtua yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Topik bagaimana baiknya mendidik anak setelah Anda menikah adalah dialog yang berguna. Ini akan membantu membentuk bagaimana fondasi rumah tangga Anda nantinya. 

Cara berdiskusi dengan pasangan tentang gaya mendidik anak 

salah paham dengan pasangan

Seperti dilansir dari Planned Parenthood, mengasuh dan membesarkan anak adalah pekerjaan dua orang. Anda berdua sama-sama saling membantu dan membutuhkan dukungan demi menjadi orangtua terbaik yang Anda bisa. Memiliki pasangan untuk saling berbagi suka dan duka dalam mengasuh anak membuat pekerjaan ini terasa jauh lebih mudah.

Maka, tidak sedikit pakar hubungan dan pasangan lainnya yang sudah memiliki “jam terbang” tinggi menyarankan para calon orangtua untuk berdiskusi tentang cara mengasuh anak sebelum menikah.

Nah, cobalah saling mengajukan beberapa pertanyaan di bawah ini untuk mengetahui perasaan masing-masing pasangan tentang cara mendidik anak. 

Apakah hubungan Anda berdua cukup sehat untuk memberikan dukungan penuh kepada calon anak?
Apakah Anda berdua setuju untuk mempunyai anak?
Bisakah Anda berdua berkomunikasi dengan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi?
Akankah Anda berdua berbagi tanggung jawab secara finansial ketika membesarkan anak bersama?
Apakah Anda berdua akan membagi tugas sehari-hari? ketika merawat anak?
Dapatkah Anda berdua menghadapi ketegangan selama masa kehamilan dan ketika mengasuh anak?
Jika pernikahan Anda berdua berakhir, bagaimana cara Anda untuk tetap menjadi orangtua bagi anak Anda?

Berdasarkan jawaban dari Anda sendiri dan dari pasangan, Anda berdua dapat membangun ekspektasi ketika mengasuh anak bersama-sama.

Ingat, meski mengandung mungkin “hanya” tugas milik si ibu dalam 9 bulan pertama, tetapi mengasuh anak adalah tugas seumur hidup kedua belah orangtua. Mengasuh dan membesarkan anak adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan kerjasama, kesabaran, dan kompromi. 

Oleh karena itu, berdiskusi soal cara mengasuh anak sebaiknya dilakukan dari jauh-jauh hari sebelum menikah. Selain demi masa depan calon buah hati sendiri, diskusi juga menjadi cara yang baik untuk memperkuat fondasi hubungan Anda berdua. Apakah Anda berdua mempunyai prinsip yang sama, atau jika tidak bagaimana Anda berdua nantinya berkompromi dan menghadapi perbedaan tersebut. 

Diskusikan baik-baik, ya!

Ada kalanya Anda mungkin menghadapi kesulitan ketika berdiskusi tentang mendidik anak sebelum menikah. Jika pasangan Anda menganggap topik tersebut lebih baik dibicarakan setelah Anda berdua menikah dan cenderung menghindar, cobalah untuk pelan-pelan “merayunya”.

Mungkin ketika “ditembak” untuk diskusi, pasangan akan merasa tersinggung atau dipojokkan. Namun, cobalah mendekatinya pelan-pelan agar Anda dapat mengetahui isi hati pasangan Anda.

Diskusi dari hati ke hati dengan kepala dingin dapat membuat hubungan Anda berdua menjadi lebih bermakna. Hal ini juga membantu Anda berdua menghindari cara komunikasi negatif yang sering terjadi, seperti berburuk sangka terhadap diri sendiri dan pasangan yang tak pernah tersampaikan. 

Tidak ada pernikahan yang bebas prahara 100 persen selamanya. Akan tetapi, Anda berdua dapat menekan risiko cekcok besar dengan menyatukan prinsip dan harapan masing-masing demi bersama-sama berjuang mengarungi bahtera rumah tangga ke depannya.

Jika merasa sulit untuk membuka diri, cobalah sebelum menikah temui konsultan rumah tangga yang dapat membantu Anda berdua menemukan jalan tengah soal kompromi cara mengasuh anak.

Baca Juga:

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: SEKS & ASMARA

DON'T MISS